Arsip untuk Juli, 2008

Configure samba server on Ubuntu Feisty Fawn

logo ubuntuSetelah selesai dengan installasi Ubuntu, ada kalanya kita membutuhkan fasilitas berbagi file (sharing file) antara linux server dengan Windows/Client PC lainnya dan juga sebaliknya, untuk tujuan berbagi file sebenarnya ada beberapa option yang dapat digunakan, diantaranya menggunakan webserver (http) ataupun ftp server, namun dengan alasan kemudahan biasanya pilihan jatuh pada penggunaan samba.

Install samba applikasi

sudo apt-get install samba smbfs

Tampilkan shared folder yang ada dikomputer lain.

sudo smbclient -L //192.168.0.208
sudo smbclient -L //192.168.0.208 -U dede%mypassword -W ntdomain

Mount shared folder yang ada di komputer lain agar dapat diakses dari ubuntu server.

sudo mkdir /mnt/software
sudo smbmount //192.168.0.208/software /mnt/software -o username=”dede/ntdomain%mypassword”

Men-share folder linux server agar dapat diakses oleh Windows/Client

Untuk menshare agar folder yang ada pada linux server dapat diakses dari Windows atau computer client, yaitu dengan mengaktifkan samba, caranya pun cukup mudah yaitu:

sudo cp /etc/samba/smb.conf /etc/samba/smb.conf.org
sudo vi /etc/samba/smb.conf

Edit file smb.conf jika digunakan hanya untuk sharing folder cukup dengan mengkonfigurasi file smb.conf nya menjadi (Bagian yang ditebalkan adalah bagian yang saya ubah):

[global]
workgroup = NTDOMAIN
server string = %h server (Samba, Ubuntu)
obey pam restrictions = Yes
security = user
encrypt passwords = true

passdb backend = tdbsam
passwd program = /usr/bin/passwd %u
passwd chat = *Enter\snew\sUNIX\spassword:* %n\n *Retype\snew\sUNIX\spassword:* %n\n *password\supdated\ssuccessfully* .
syslog = 0
log file = /var/log/samba/log.%m
max log size = 1000
dns proxy = No
panic action = /usr/share/samba/panic-action %d
invalid users = root
[homes]
comment = Home Directories
valid users = %S
read only = No
create mask = 0600
directory mask = 0700
browseable = No

[printers]
comment = All Printers
path = /var/spool/samba
create mask = 0700
printable = Yes
browseable = No
[print$]
comment = Printer Drivers
path = /var/lib/samba/printers

Test apakah configuration file smb.conf yang kita edit tersebut sudah benar dan tidak terdapat kesalahan dalam penulisan.

sudo testparm

Keluaran yang ditampilkan jika tidak ada penulisan yang salah akan sama/serupa dengan yang diatas,lanjutkan dengan membuat user samba menggunakan smbpasswd dan jangan lupa untuk merestart samba server.

sudo smbpasswd -a dede
sudo /etc/init.d/samba restart

Note:
Pastikan anda telah membuat user linux (useradd …) dan user samba (smbpasswd -a …).

Contoh diatas adalah cara termudah, anda diharapkan untuk mencoba-coba setting yang tersedia, dan bisa dimulai dari default file smb.conf yang telah disediakan pada saat installasi samba. Untuk lebih detail dan mengetahui fungsi-fungsi akan lebih baik jika membaca manual booknya.

Menjadikan server linux sebagai PDC (Primary Domain Controler)

Untuk menjadikan linux server sebagai PDC, sebenarnya caranya tidak jauh berbeda dengan cara diatas, yang berbeda hanya konfigurasi file yang harus kita siapkan, berikut adalah contoh konfigurasi file untuk menjadikan ubuntu server menjadi sebuah PDC server.

sudo vi /etc/samba/smb.conf

Edit file smb.conf sehingga kurang lebih menjadi seperti berikut (anda harus menyesuaikan beberapa nilai dengan setting yang sesuai dengan yang berlaku pada server anda, untuk sekedar membantu saya gunakan huruf bold dan italic):

[global]
dns proxy = No
domain master = yes
domain logons = yes
domain admin group = root administrator
encrypt passwords = Yes
hosts allow = 192.168.0. 127.
interfaces = 192.168.0.0/24

load printers = No
local master = yes
time server = yes
logon path =
logon home =

log file = /var/log/samba/log.%m
max log size = 1000
netbios name = pegasus
os level = 64
preferred master = yes
security = user
server string = Pegasus

socket options = TCP_NODELAY SO_RCVBUF=8192 SO_SNDBUF=8192
workgroup = DOMAINNT
add user script = /usr/sbin/useradd -n -d /dev/null -g machines -c Machine -s /sbin/nologin -M %m$
[netlogon]
path = /home/samba/netlogon
read only = yes
write list = root administrator

[homes]
comment = Home Directories
valid users = %S
read only = No
create mask = 0664
directory mask = 0775
browseable = No

Simpan file tersebut dan jangan lupa untuk merestart samba service.

sudo /etc/init.d/samba restart

Komentar bertahan »

sound card ga kedetek

untuk liat apakah sound card nya terdeteksi oleh sistem, jalanin perintah

Code: Select all
lspci | grep -i audio

jika terdapat hasil yang kurang lebih kayak gini, berarti sound card tsb dah terdeteksi.

00:06.0 Multimedia audio controller: nVidia Corporation nForce2 AC97 Audio Controler (MCP) (rev a1)

File2 di XP dibaca di redhat nya melalui apa ya ? koneksi share samba atau local file ? klo pake samba harusnya dah langsung bisa terbaca. Tapi klo local file, liat2 file sistem partisi XP nya apakah FAT32 atau NTFS. Klo NTFS perlu di install pake tambahan antara lain fuse, ntfs-3g.

Install aplikasi tambahan bisa kok. Tinggal jalanin perintah

Code: Select all
# rpm -ivh nama_aplikasi.rpm

jika aplikasi tersebut berupa file rpm.
Jika berupa source programnya(biasanya berakhiran .tar.bz2 atau tar.gz), silahkan ikuti petunjut didalemnya biasanya sudah ada.(liat di file INSTALL). dg pertama extract terlebih dahulu paket source tersebut.

Komentar bertahan »

TIPS Menjalankan live CD tanpa CD

Latar belakang
Kalau CD ROM anda tidak bisa digunakan untuk boot,
atau anda tidak punya CD ROM,
atau anda sudah mendonlod file iso dari internet dan sedang tidak punya CD untuk dibakar,
atau anda hanya ingin mencicipi Ubuntu versi terbaru dan tidak ingin membakar CD,
atau anda bahkan ingin membantu testing Ubuntu versi Alpha, Beta dan RC tanpa perlu membuang CD …
tidak masalah, karena anda tetap bisa menjalankan live CD/Desktop CD.
Yang penting anda masih punya space di harddisk, lebih baik lagi kalau punya partisi kosong.

Tips ini berasumsi bahwa partisi baru/kosong sudah ada. Bagaimana cara membuat partisi baru bisa disearch di forum ini. Jika tidak mau membuat partisi baru, sebenarnya bisa digunakan partisi yang ada (sudah saya coba, tapi tidak disarankan). Jangan lupa backup data anda.

Opsi 1. Sudah ada distro linux yang terintal di komputer
1. Salin seluruh isi Desktop CD ke partisi baru. Kalau tidak ada Desktop CD, unduh berkas iso-nya. Misalkan partisi baru tadi ada di /dev/sda2

Code: Select all
#mkdir /tmp/install_cd
#mount ubuntu-x.xx-desktop-i386.iso -o loop /tmp/install_cd
#mkdir /mnt/installer
#mount /dev/sda2 /mnt/installer
#cp -r /tmp/install_cd/* /mnt/installer
#cp -r /tmp/install_cd/.disk /mnt/installer
#umount /tmp/install_cd

2. Sunting berkas konfigurasi GRUB/LILO (biasanya ada di /etc/grub.conf atau /boot/grub/menu.lst), dan tambahkan baris berikut ini:

Code: Select all
title Ubuntu Desktop CD
root (hd0,1) # ganti sesuai dengan posisi partisi di mana berkas iso disalin
kernel /casper/vmlinuz boot=casper root=/dev/ram ramdisk_size=1048576 rw
initrd /casper/initrd.gz

3. Restart komputer dan pada menu GRUB/LILO, pilih Ubuntu Desktop CD

Opsi 2. Cuma ada Windows di komputer
Hati-hati, sebaiknya backup dulu data anda. Kalau komputer anda bisa booting CD ROM, lebih baik gunakan live CD sesungguhnya. Tapi jika anda berani bereksplorasi, silakan diteruskan.
Cara ini bisa dijalankan pada Windows 2000/NT/XP, dengan Ubuntu 7.10 dan 8.04 (intinya: yang bisa tulis baca ke format NTFS). Asumsi: partisi baru ada di D: dan merupakan partisi kedua (untuk meyakinkan posisi partisi, silakan buka Control Panel – cari Computer Management – lalu pilih Disk Management).
1. Salin seluruh isi Desktop CD di D:\. Gunakan program seperti 7-zip untuk mengekstrak berkasi iso.
2. Unduh grub4dos, lalu ekstrak berkas grldr dan letakkan di C:\
3. Sunting berkas boot.ini, dan tambahkan baris berikut:

Code: Select all
C:\grldr="Jalankan grub4dos"

4. Buat berkas teks dengan nama menu.lst letakkan di C:\. Sunting berkas itu dan isikan baris-baris berikut:

Code: Select all
title Ubuntu Desktop CD
root (hd0,1) # ganti sesuai dengan posisi partisi di mana berkas iso disalin
kernel /casper/vmlinuz boot=casper root=/dev/ram ramdisk_size=1048576 rw
initrd /casper/initrd.gz

5. Restart komputer. Pertama pilih “Jalankan grub4dos”, kemudian akan muncul pilihan lagi pilih “Ubuntu Desktop CD”.
Catatan: Di kompi yang saya coba, terdapat partisi swap. Kemungkinan ini berpengaruh pada kerja Ubuntu jika dijalankan murni dari Windows.
Catatan: Untuk menyunting boot.ini, buka Notepad, tekan Ctrl-O, lalu pada isian Filename isikan C:\boot.ini lalu tekan Enter.
Catatan: Versi grub4dos yang saya coba adalah 0.4.1pre22. Jika menggunakan versi ini, menu.lst harus diletakkan di C:\boot\grub

Komentar bertahan »

Tutorial Fedora 7: Yum Repositori server di IIX

Bagi para pengguna linux, telah diketahui bahwa Yum sangatlah membantu untuk meng-install dan meng-update
program – program yang berjalan dibawah linux. Yum umumnya memililiki konfigurasi default dengan terhubung ke salah
satu server utama dari distro yang bersangkutan, seperti download.fedora.redhat.com untuk distro RedHat Fedora. Bagi
para pengguna yang memiliki koneksi internet internasional yang menunjang untuk mendownload melalui server utama,
tentu aktivitas ini tidak menjadi masalah. Akan tetapi bagaimana dengan pengguna yang memiliki akses koneksi internet
internasional yang terbatas? Mendownload satu update kernel dengan besar puluhan MByte saja sudah terasa berat,
bagaimana dengan update puluhan bahkan ratusan program yang lain?
Untuk mengatasi permasalahan diatas, bagi yang memiliki koneksi internet IIX dengan kecepatan yang memadai, berikut
ini adalah langkah – langkah yang bisa dijalankan untuk membuat aktivitas update program melalui jalur IIX. Server
repositori tempat tujuan kita mendownload adalah http://kambing.vlsm.org yang dikelola oleh Universitas Indonesia.
Buka file yum.conf di folder /etc:
vim /etc/yum.conf
Pada baris terakhir, tambahkan konfigurasi berikut:
[kambing]
name=Kambing Repo
baseurl=ftp://kambing.ui.edu/fedora/updates/7/i386

Save dan tutup filenya. Program yum anda pun telah dapat mengakses kambing.ui.edu yang berada di jalur IIX untuk aktivitas download program yang ada. Berikut merupakan salah satu cara menggunakan program Yum Extender dan memilih repositori kambing sebagai satu – satunya sumber

Komentar bertahan »

katakan cinta dgn java

When it’s love you give
(I’ll be a man of good faith.)
Then in love you live.
(I’ll make a stand. I won’t break.)
I’ll be the rock you can build on,
Be there when you’re old,
To have and to hold.
When there’s love inside
(I swear I’ll always be strong.)
Then there’s a reason why.
(I’ll prove to you we belong.)
I’ll be the wall that protects you
From the wind and the rain,
From the hurt and pain…. (All for love – Bryan Adams)
Adakalanya kita ingin mengatakan atau mengungkapkan perasaan cinta kita kepada seseorang
yang kita sayangi, katakan dengan bunga atau kado, itu mah sudah biasa. Sekarang kita akan
mengungkapkan perasaan cinta itu dengan Java yaitu applet Java atau bisa juga disebut applet cinta ☺.
Applet sendiri adalah aplikasi kecil yang diakses pada server Internet, dikirim dan diterima
melalui jaringan, terinstal secara otomatis dan dijalankan sebagai bagian dari dokumen Web. Sekali applet
tiba dihadapan klien, aksesnya terhadap sumber terbatasi sehingga dapat menghasilkan antarmuka-pemakai
multimedia dan menjalankan komputasi yang rumit tanpa risiko adanya virus atau perusakan keadaan data.
Untuk membuat program applet cinta, pertama buka teks editor, teks editor ini bisa notepad
atau textpad, lalu ketikkan program di bawah ini:
import java.applet.Applet;
import java.awt.*;
public class mylove extends Applet {
private Polygon p;
private Font f;
private Color c;
public void init() {
p = new Polygon();
p.addPoint(60, 120);
p.addPoint(150,230);
p.addPoint(240,120);
Lisensi Dokumen:
Copyright © 2005 IlmuKomputer.Com
Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan
disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat
tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang
disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang,
kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari IlmuKomputer.Com.
Artikel Populer IlmuKomputer.Com
Copyright © 2005 IlmuKomputer.Com
2
p.addPoint(150, 60);
p.addPoint(60, 120);
f = new Font (“Monospaced”, Font.PLAIN + Font.BOLD, 24);
}
public void paint (Graphics g) {
c = Color.pink;
g.setColor(c);
g.fillArc(60,30,100,150, 0, 190);
g.fillArc(140,30,100,150,180,-190);
g.fillPolygon(p);
String s;
g.setFont(f);
s = “Aku Cinta Kamu”;
c = Color.blue;
g.setColor(c);
g.drawString(s, 50, 270);
}
}
Setelah selesai, simpan program tersebut dengan nama mylove.java pada folder c:¥>j2sdk1.4.0_01¥bin.
Program mylove di atas dimulai dengan dua baris yang mengimpor semua kemasan di bawah
java.applet dan java.awt. AWT adalah Abstrack Window Toolkit (perangkat window abstrak).
Untuk menjalankan mylove, pada browser Web, kita perlu menulis sejumlah baris teks HTML.
HTML berikut ini akan menjalankan mylove.
<html>
<applet code = “mylove.class” width=300 height=300>
</applet>
</html>
Simpan baris html di atas dengan nama mylove.htm pada folder c:¥>j2sdk1.4.0_01¥bin.
Setelah selesai, maka buka Command Prompt lalu ketikkan seperti baris di bawah ini:
c:¥>j2sdk1.4.0_01¥bin> javac mylove.java
c:¥>j2sdk1.4.0_01¥bin> appletviewer mylove.html

Komentar (1) »